Pada Hari Kiamat Seorang Bapak Tidak Bisa Menolong Anaknya Sedikitpun dan Sebaliknya..!

Selasa, 01 September 2015

KAJIAN QURAN TEMATIK

TEMA

1. Iblis Mengganggu semua Manusia
QS Al-'Araf 7/16, 17
QS Al-Hijir 15/39, 40, 41, 42, 43, 44, 45
QS Sad 38/82, 38/83
QS An-Nahl 16/98, 99, 100


2. Mentadzabur -ayat Ayat A-Quran: Menggapai  ayat-ayat Al-Quran, Menggapai Ulul-Albab menuju kesadaran qalbu menjadi hamba yang mukhlisin
QS Al-'Araf  7/2, 3
QS Al-Haj 22/46
QS An-Nahl 16/42

Jangan tergesa-gesa belajar Al-Quran
QS Taha 20/114

3. Perbedaan/Perbandingan Pendapat dan Perilaku Islam Kebanyakan pada umumnya dengan pendapat perilaku islam berdasarkan Al-Quran


 
 

Kamis, 23 Juli 2015

MADZAB...!!

Sepanjang sejarah pasca-Nabi Muhammad, Islam diwarnai keragamanan mazhab dan aliran pemikiran dan praktik keagamaan. Keragaman tidak terelakkan karena para fuqaha, mutakallimun, dan pemikir Muslim memiliki perbedaan dalam kemampuan intelektual, kecenderungan keagamaan, dan lingkungan sosialisasi dan kehidupan. Semua ini mempengaruhi penafsiran mereka masing-masing ketika berusaha memperjelas dan merinci ayat Alquran dan hadits tertentu.

Perbedaan dan keragaman sering lebih banyak terkait dengan hal ranting (furu’iyyah), bukan pada soal-soal pokok fundamental (ushul) yang hampir tidak ada perbedaan. Salah satu contoh, sesuai amar ayat Alquran,  semua ulama sepakat shalat lima waktu wajib dikerjakan setiap Muslim; tetapi mereka berbeda pendapat apakah qunut perlu atau tidak perlu dilakukan pada waktu shalat Subuh.

Sejarah perbedaan dan keragaman di antara mazhab-mazhab fiqh melampaui masa yang panjang—lebih 14 abad. Meski para imam mazhab, khususnya Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah (Sunni) sejak dari Imam Hanafi, Imam Syafi’i, Imam Malik dan Imam Hanbali menekankan toleransi bermazhab, tidak jarang kalangan umat Islam sangat fanatik dengan mazhabnya masing-masing. Akibatnya, perbedaan-perbedaan furu’iyah (trivial) sering menjadi sumber pertikaian dan konflik.

Walhasil, perbedaan furu’iyyah berkembang menjadi sektarianisme agama yang dalam skala tertentu bisa sangat bernyala-nyala, apalagi ketika sektarianisme tersebut berkelindan dengan kabilahisme dan etnisitas serta kekuatan politik. Sekali sektarianisme agama berbaur dengan pengelompokan sosiologis masyarakat keagamaan dan sekaligus didukung kekuasaan politik, ketika itu keadaan menjadi memburuk, membuat sangat sulit mengatasinya.

Sejauh perbedaan mazhab dan sektarianisme Muslim Indonesia jauh lebih beruntung dibanding umat Muslim kawasan lain. Hal ini terkait banyak dengan kenyataan, bahwa sejak masa awal penyebaran Islam secara massif pada abad 12, mazhab fiqh dominan adalah Mazhab Syafi’i.

Hegemoni Mazhab Syafi’i kian sempurna sejak abad 17 ketika ‘ulama Indonesia yang belajar di Haramayn—karena itu menjadi bagian integral Jaringan Ulama kosmopolitan—kembali ke tanahair untuk mengajarkan dan menuliskan karya fiqh Syafi’i. Mazhab-mazhab fiqh Sunni lain praktis sulit ditemukan sejak dulu sampai sekarang di antara Muslim Indonesia.

Meski mazhab Syafi’i dominan, hal ini bukan karena dukungan politik. Sejak masa kesultanan, proses hegemoni mazhab Syafi’i umumnya berlangsung secara alamiah. Apalagi sejak masa kekuasaan Belanda, kebanyakan umat Muslim Indonesia menjauhkan diri dari koptasi kolonialisme. Karena itu sejak masa kolonial Belanda sampai sekarang umat Islam Indonesia independen vis-a-vis kekuasaan politik seperti terlihat dalam posisi ormas-ormas Islam negeri ini.

Lebih jauh, mazhab fiqh tidak terkait dengan suku bangsa atau kelompok etnis; apalagi dengan ‘kabilah’ yang tidak eksis di Indonesia. Jauh daripada berbaur dan terkait khusus dengan suku bangsa yang begitu beragam, sebaliknya mazhab fiqh yang sama justru mempersatukan mereka. Karena itu misalnya suku Aceh atau Minang bisa merasa dekat dengan suku Jawa atau Bugis karena ibadah yang mereka kerjakan hampir sepenuhnya berlandaskan mazhab fiqh yang sama.

Karena itu sektarisme mazhab tidak pernah bernyala-nyala dalam masa pra-moderen (abad 20) Islam Indonesia. Pertikaian mulai muncul ketika wacana dan praksis modernisme atau reformisme Islam muncul dan berkembang di Indonesia terutama sejak dasawarsa kedua abad 20.

Pertikaian mazhabi itu misalnya terjadi antara ‘Kaum Muda’ dengan ‘Kaum Tua’ di Sumatera Barat, atau belakangan antara Muhammadiyah dengan NU. Pihak pertama dengan semangat reformisme dan pemurnian berhadapan dengan pihak kedua yang membela paham dan praktek keagamaan yang telah mentradisi selama berabad-abad.

Meski kedua pihak terlibat dalam suasana yang kadang-kadang kurang harmonis, mereka tidak pernah terlibat dalam konflik dan kekerasan secara signifikan yang berlangsung lama. Perbedaan dan pertikaian lebih banyak tersalur dalam wacana, polemik dan perbedaan.

Dalam keadaan seperti itu, berbagai perubahan politik, sosial dan keagamaan juga berlangsung cepat, khususnya sejak masa pasca-proklamasi kemerdekaan. Perubahan-perubahan politik dan ekonomi yang cepat dan berdampak panjang sejak pembangunan ekonomi Indonesia juga menimbulkan perubahan sosiologis-keagamaan umat Muslimin Indonesia yang menciptakan iklim kondusif bagi konvergensi mazhab Islam Indonesia.

Peningkatan pendidikan dan ekonomi serta interaksi lebih intens antar-orang dan masyarakat membuat kaum Muslim Indonesia kian lebih bersikap terbuka, inklusif, akomodatif dan toleran—termasuk dalam furu’iyah. Karena itu pertikaian furu’iyah hampir tidak lagi menjadi isyu.

Salah satu (jika tidak satu-satunya) masalah tersisa adalah terkait penentuan awal dan akhir Ramadhan; perbedaan antara mazhab hisab dan mazhab ru’yat. Perbedaan di antara kedua belah pihak ini sangat mungkin dapat terjembatani sehingga menciptakan konvergensi. Di sinilah pemerintah perlu terus berupaya membangun parameter dan kesepakatan di antara ormas-ormas Islam agar di masa depan yang panjang tidak ada lagi perbedaan dalam mengawali puasa dan merayakan Lebaran.

Comment: 
Banyak juga yang menjadikan madzhab sebagai agamanya, dan Dinul Islam yg agung ditaruh di bawahnya !!! Dia dahulukan madzhabnya dari Islamnya. Demi membela madzhabnya dia rela menjatuhkan kehormatan saudara muslimnya ... Padahal di akherat kelak kita hanya dihimpunkan dengan Muhammad Saw atau Rasul Allah yg lain. Bukan dengan pendiri madzhab yg kita anut !!!
+++++
Dalam 10 tahun terakhir ini berkembang kelompok salafi dan si'ie, yg disupport oleh Saudi dan Iran, dua negara yg sedang berebut pengaruh di kawasan Timteng. Bagaimana potensi kedua madzhab ini dalam konstalasi umat Islam Indonesia yg dominan Syafiiyah ini Prof? 
++++
Apa kabar prof, Gimana dengan Islam Nusantaranya, Apa kitab sucinya Prof, pasti bukan al Qur'an, Karena al Qur'an tidak mengenal Islam Nusantara, Islam Arab dll. Menuruk kami orang awam, yang mengakui adanya islam Nusantara dan mengikutinya termasuk Musyrik besar dan Dosanya tidak akan diampuni ALLAH. 


Selasa, 30 Juni 2015

SYIRIK alias MUSYRIK

Hati-hati janganlah kamu musyrik, karena konsekwensi berbuat musyrik adalah neraka..
Jenis dan Macam Syirik
1. Tidak Menyembah setan atau dukun
QS An-Nisa' 4/117, 118, 119, 120, 121

2. Tidak boleh membuat sesajen, persembahan, wadal, tumbal dsb.
QS An-An'am 6/136, 137
QS Al-Maidah 5/27
QS Al-Baqarah 2/197

3. Meminta Syafat selain kepada Allah
QS Al-An'am 6/94
QS Al-Baqarah 2/48
QS Ali-Imran 3/31
QS Az-Zumar 39/44 
QS Al-An'am 6/51   

4. Menuhankan Hawa Nafsu
QS Al-Jaatsiyah 45/23 

5. Memecah Agama Islam  
QS Rum 30/30, 31, 32

6. Tidak Membayar Zakat
QS Fussilat 41/6, 7

7. Memuja Anak
QS Al-A'raf 7/189, 190

8. Untuk Orang Kristen dan Yahudi
QS Al-Maidah 5/72, 73

Asyhadu Syarat Menjadi Orang Islam

Asyhadu adalah syarat menjadi orang Islam yang benar bukan Sahadat
ASYHADU artinya MENGAKUI, sedang SYAHADAT artinya BERSAKSI
Perhatikan
1. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa
    Muhammad utusan Allah
2. Aku mengakui bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku mengakui
    bahwa Muhammad adalah utusan Allah

QS Al-An'am 6/19
QS Al-Baqarah 2/163
QS Al-Baqarah 2/119 

Sholat Membebaskan Dosa

Bebas dosa masuk surga
Setiap muslim mengerjakan sholat karena merupakan kewajiban sebagai muslim harus sholat. Tiada bedanya dengan kewajiban lainnya.
Setiap Muslim ingin masuk surga, namun sudah kah dengan sholat muslim akan masuk surga..
Ada orang berkata, sholat adalah doa kepada Allah, sholat adalah ibadah kepada Allah. Adalah konsekuensi sebagai manusia makhluk yang dicipatakan oleh Allah hanya untuk mengabdi kepada Allah.
Dan Allah menjamin bila Orang mengerjakan sholat Surgalah balasannya, adalah nikmat yang tiada tara.
Marilah mengevaluasi diri sudahkah sholat yang setiap hari 5 kali kita kerjakan menjamin kita akan dimasukkan surga oleh Allah.

SHOLAT, yang dilakukan dengan KHUSYUK
2. Tujuan Sholat : Surga Allah yang nikmatnya tiada tara.
3. Khusyuk berarti : Bertanggung jawab

Sese-Orang yang melakukan Sholat. Misalnya melakukan Sholat Dhuhur. Ketika dia melakukan sholat dari Takbiratul ikhram sampai salam dan diikuti doa-doa dengan memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukannya sebelum waktu sholat dhuhur dan berikrar bertobat tidak akan melakukannya lagi.
Orang tersebut bisa menjaga janjinya (bertobat dengan ikrar ketika melakukan sholat dhuhur sebelumnya) tidak berbuat dosa lagi sampai dengan mengerjakan sholat Asar.

Kemudian orang itu melakukan sholat Asar, dari Takbiratul ikhram sampai salam dan diikuti doa-doa dengan memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukannya sebelum waktu sholat Asar dan berikrar lagi bertobat tidak akan melakukannya lagi. 
Orang tersebut bisa menjaga janjinya (bertobat dengan ikrar ketika melakukan sholat Asar sebelumnya) tidak berbuat dosa lagi sampai dengan mengerjakan sholat Maghrib. 

Dan selanjutnya melakukan kewajiban sholat berikutnya, sholat Isak, sholat Subuh, sebagai kewajiban muslim setiapharinya..
Orang yang melakukan sholat, dari jeda waktu sholat yang sudah dilakukan sampai sholat berikutnya bisa bertanggung jawab tidak melakukan perbuatan dosa.
Misalnya setelah melakukan sholat dhuhur seseorang bisa menjaga tidak berbuat dosa sampai waktu melakukan sholat asar, dari waktu sholat asar sampai sholat maghrib, dari sholat maghrib sampai sholat isak, dari sholat isak sampai sholat subuh dan dari sholat subuh sampai sholat dhuhur. Dan dilakukan setiap hari sampai seseorang mati. Jaminanya adalah surga dari Allah SWT, kenapa masuk surga karena dia, orang tersebut bebas dari dosa.

Agar ketika sesorang menghadap kepada Allah bebas dosa maka LAKUKAN SHOLAT DENGAN KHUSUK (bertanggung jawab), JANGAN BERBUAT DOSA SETELAH SHOLAT,YAITU JANGAN MENGULANG LAGI BERBUAT DOSA.
Lakukanlah Sholat
QS Hud 11/114,
Dan Minta ampunlah serta bertobatlah kepAda Allah
QS Hud 11/3,
Lakukan Sholat dengan Khusuk (bertanggung jawab)
QS Al-Baqarah 2/45, 46
QS Al-Qiyamah 75/36

Agar manusia tidak berbuat maksiat/dosa berikut petunjuk Allah
QS Ali-Imran 3/133, 134, 135, 136

Sabtu, 20 Juni 2015

Muslim Rusia Berpuasa

ST PETERSBURG - Keyakinan penduduk muslim St Petersburg, Rusia, benar-benar diuji setiap bulan Ramadan tiba. Bagaimana tidak, mereka harus berpuasa selama 22 jam setiap harinya. Selama Juni ini, matahari di St Petersburg tidak kunjung tenggelam. Penduduk setempat menyebut bulan ini sebagai white night atau malam yang terang. Sebab, matahari terus bersinar.   
"Di St Petersburg, penduduk muslim melihat hal ini sebagai ujian. Warga muslim yang berpuasa harus menunggu 21-22 jam untuk berbuka. Mereka hanya punya waktu makan selama tiga jam," ujar salah seorang staf di Pusat Kerohanian Muslim St Petersburg dan Regional Barat Laut Rusia yang tidak disebutkan namanya. 
Dia menegaskan, bagi seorang muslim, berpuasa sudah menjadi kebiasaan. Ibaratnya seperti bangun tidur dan menggosok gigi. "Islam adalah cara hidup kami," tambahnya Kamis (19/6).
 
White night di St Petersburg ini biasanya berlangsung mulai akhir Mei hingga awal Juli. Kondisi tergelap di St Petersburg hanya berupa senja. Tidak pernah ada data resmi jumlah penduduk muslim di kota ini. 
Namun, pada Idul Fitri tahun lalu, Kementerian Dalam Negeri Rusia menyebutkan ada 42 ribu warga muslim yang melakukan salat Id di dua masjid besar di kota ini.
 
Setiap penduduk muslim di St Petersburg mendapatkan jadwal buka puasa dan sahur. Beberapa penduduk imigran muslim yang bekerja di kota ini memilih tidak berpuasa demi keselamatan mereka. Sebab, mayoritas merupakan pekerja kasar. Sejatinya penduduk St Petersburg tidak perlu berpuasa selama itu. 
Sebab, beberapa literatur menyebutkan bahwa waktu puasa penduduk di kutub bisa merujuk pada terbit dan tenggelamnya matahari di Makkah ataupun di kota maupun negara muslim terdekat.
 
"Saya memiliki pekerjaan yang berat sehingga saya tidak bisa berpuasa. Siang terlalu panjang," ujar Shakir, salah seorang pekerja di perusahaan baja asal Tajikistan Shakir.
 
St Petersburg bukan satu-satunya kota yang memiliki siang terpanjang. Penduduk muslim di Kota Reykjavik, Islandia, juga harus berpuasa selama 22 jam. Sementara itu, kota yang waktu puasanya paling pendek adalah Punta Arenas, Cile. Di kota tersebut, waktu puasa hari pertama kemarin hanya 9 jam 43 menit.
 
Di London, Inggris, waktu puasa menjadi perdebatan. Di kota ini, penduduk harus menahan lapar sekitar 19-20 jam. Akademisi muslim London dari kelompok antiekstremis Quillian Foundation Usama Hasan mengeluarkan fatwa bahwa waktu puasa diperpendek dengan mengacu ke Makkah. Yaitu, sekitar 12 jam saja. (The Guardian/Huffington Post/sha/c17/ami)